Penyuluhan Pencegahan Bullying dan Kekerasan Anak Serta Giat PBB Kelas IX SMPN 2 Loceret
NGANJUK. Sebar TawaMenggema. Kamis, 17 Juli 2025, seragam kaos olahraga warna merah memeriahkan pagi yang cerah. Para murid kelas IX hadir di sekolah sejak pagi untuk bersiap mengikuti kegiatan PBB di lapangan desa yang berada di utara SMPN 2 Loceret.
Kegiatan khusus bersamaan dengan MPLS Ramah diikuti oleh para murid kelas VIII dan IX, dengan jenis kegiatan yang berbeda. Untuk kelas VIII dengan mengikuti penyuluhan Stop Bullying dan Kekerasan Anak dan Pencegahan Pernikahan Dini (Anak).
Sebagai bagian dari budaya sekolah, bersamaan dengan kelas tujuh, seluruh murid disambut dengan Pembiasaan 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, dan Santun), di gerbang sekolah oleh para pendidik dan Tenaga Kependidikan. Dilanjutkan dengan pembiasaan Pengibaran dan Penghormatan Bendera Merah Putih yang diikuti seluruh murid di depan kelas masing-masing, dan seluruh Pendidik serta Tenaga Kependidikan.

Para murid kelas IX dengan seragam kaos olahraga warna merah siap mengikuti kegiatan latihan baris berbaris disambut dengan ramah olah para guru dan Tenaga Kependidikan
Koordinasi kepada seluruh murid dilaksanakan di lapangan basket sesaat sebelum mereka menuju lapangan desa. Sukadi, S.Pd., Guru pembimbing mengecek kehadiran murid satu demi satu.

Koordinasi dan pengecekan kehadiran murid sebelum latihan baris berbaris
“Hari ini adalah hari pertama kalian mengikuti latihan PBB. Sebelumnya saya cek dulu kehadiran kalian. Apakah semuanya siap mengikuti latihan?,” tanya Sukadi, S.Pd., di awal persiapan kegiatan para murid kelas IX yang dilakukan di lapangan basket.

Para murid kelas IX menyimak informasi dari Guru Pendamping PBB, Sukadi, S.Pd.

Kolaborasi dan Kemitraan mewarnai Semangat Pagi, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru Pendamping, dan Pelatih PBB

Kegiatan PBB murid kelas IX SMPN 2 Loceret

Suasana Latihan dalam kegiatan PBB

Disiplin dalam Latihan PBB, sikap sempurna dan menyimak arahan Pelatih
Kegiatan PBB dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 10.00. Seuruh murid kelas IX diberikan kesempatan istirahat selama 30 menit, dan dilanjutkan dengan penguatan karakter sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan murid hingga pukul 12.00.

Wakil Kepala Sekolah, Sugiyono, S.Pd., memantau langsung kegiatan PBB
Para Petugas dari Koramil melatih para murid di lapangan desa yang terletak di utara lokasi sekolah. Kegiatan PBB diikuti para murid dengan penuh semangat dan berlangsung dengan lancar. Kepala SMPN 2 Loceret, Peni Prasetyaning Asih, S.Pd., tak lupa memantau langsung sebelum kegiatan dimulai, sesaat setelah mengikuti kegiatan senam bersama murid baru.
Kegiatan untuk para murid kelas VIII dengan mengikuti penyuluhan sesuai dengan tema yang sudah disampaikan, dan bagi kelas IX dengan mengikuti PBB. Kegiatan ini sebagai upaya menumbuhkan dan menguatkan karakter serta profil lulusan sesuai 8 Dimensi Profil Lulusan dan upaya mewujudkan visi SMPN 2 Loceret, Sebar Tawa Menggema (Sehat, Berkarakter, Tangguh, Takwa, dalam Mewujudkan Generasi Mandiri).

Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Anak dari Dinas PPKB
Bentuk Kemitraan dalam pembelajaran mendalam, bersama para Pelatih dari Koramil merupakan dan menjaga lingkungan belajar tetap kondusif, terjalin kolaborasi yang efektif, dan pengalaman belajar bermakna. PBB juga sebagai wujud implementasi dari Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan mewujudkan generasi yang sehat jiwa dan raga.
Kegiatan penyuluhan Stop Bullying dan Anti Kekerasan Anak disampaikan di laboratorium IPA oleh pihak Kepolisian, sedangkan untuk penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini disampaikan oleh Penyaji dari Dinas PPKB setelah jam istirahat hingga menjelang sholat dhuhur berjama’ah.
Pemahaman terhadap bullying dapat mendukung terciotanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan. Tidak ada lagi kasus perundungan dan masing-masing murid saling menghargai sesama teman, tidak saling menyakiti, dan diharapkan dapat saling menyemangati dalam meraih prestasi.
Sedangkan penyuluhan pencegahan pernikahan dini (anak) sebagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada seluruh murid tentang kesiapan diri dalam berumah tangga dan pentingnya meraih cita-cita, menghindari pergaulan bebas, serta pencegahan stunting bagi remaja. Materi ini sangat sesuai disampaikan kepada seluruh murid di SMPN 2 Loceret sebagai Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna.
Penyaji materi dari Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, Candra Rini selalu memotivasi dan menginspirasi para murid, dan berharap program Sekolah Siaga Kependudukan benar-benar bermanfaat bagi seluruh murid dan masyarakat sekitar, mengingat dampak negatif pernikahan dini sangat mengkhawatirkan.
by: nurrohmahpm