NGANJUK. Sebar TawaMenggema. Selasa, 15 Juli 2025, di SMPN 2 Loceret selain dilaksanakan kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah juga dilaksanakan kegiatan khusus yang diikuti oleh para murid kelas VIII dan IX. Kegiatan sesuai dengan Program kerja OSIS 2025/2026 sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan murid, dan mencegah sejak dini permasalahan bullying dan kekerasan anak. Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai upaya menciptakan lingkugan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.
Pada awal Tahun pelajaran 2025/2026, seluruh murid disambut di gerbang sekolah oleh para pendidik dan Tenaga Kependidikan sebagai rangkaian penguatan program Pembiasaan 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, dan Santun) sebagai bagian dari budaya sekolah.

Pembiasaan 5S sebagai penguatan budaya sekolah dengan salam, senyum, sapa, sopan dan santun

Pembiasaan Penghormatan Bendera Merah Putih dengan Petugas Pengibar Bendera dari Pengurus OSIS
Kegiatan untuk para murid kelas VIII dan IX di awal tahun ini lebih mengedepankan upaya menumbuhkan dan menguatkan karakter serta profil lulusan sesuai 8 Dimensi Profil Lulusan dengan ramah pada setiap anak dan sesuai dengan kebutuhan, kodrat, dan lingkungan belajar mereka, sebagai upaya mewujudkan visi SMPN 2 Loceret, Sebar Tawa Menggema (Sehat, Berkarakter, Tangguh, Takwa, dalam Mewujudkan Generasi Mandiri).
Kurikulum Merdeka dengan mengimplementasikan pembelajaran dengan Pendekatan Mendalam (Deep Learning) tentu tidak hanya dilakukan di dalam kelas, sehingga terwujud 8 Dimensi Profil Lulusan bagi setiap murid. Dengan kegiatan PBB (Pendidikan Baris Berbaris) yang dilatih oleh Petugas dari Koramil Loceret pada murid kelas VIII, tercipta tubuh yang sehat. Kemitraan dalam pembelajaran mendalam juga dapat dilaksanakan dan didukung oleh lingkungan belajar yang kondusif, terjalin kolaborasi yang efektif, dan pengalaman belajar bermakna. PBB juga sebagai wujud implementasi dari Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Koordinasi kegiatan PBB, Petugas Koramil Loceret, bersama Kepala Sekolah, Peni Prasetyaning Asih, S.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah, Sugiyono, S.Pd.

Evaluasi dan Supervisi Kegiatan PBB oleh Pengawas SMP Kabupaten Nganjuk, Sunarto, M.Pd., bersama Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan Petugas Koramil Loceret.




Rangkaian kegiatan PBB kelas VIII
Adapun untuk murid kelas IX dengan mengikuti kegiatan penyuluhan dari Polsek (Kepolisian Sektor) Loceret dengan topik Stop Bullying dan Anti Kekerasan Anak. Kegiatan yang penting untuk dipahami dan dapat dicegah sejak dini untuk kemanan dan kenyamanan pada setiap murid. Sehingga permasalahan bullying yang marak akhir-akhir ini tidak terjadi pada murid di SMPN 2 Loceret.

Ice breaking, menyanyi bersama Penyuluh dari Petugas Kepolisian Sektor Loceret untuk para murid kelas IX

Penyampaian materi Stop Bullying dan Anti Kekerasan Anak oleh Kepolisian Sektor Loceret


Kepala SMPN 2 Loceret, Peni Prasetyaning Asih, S.Pd., setia memotivasi dan mendampingi para murid dalam kegiatan penyuluhan.
Bullying dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental seseorang, baik itu korban, pelaku, maupun saksi. Berbagai masalah kesehatan mental yang merupakan dampak bullying antara lain: depresi, kecemasan, gangguan tidur, penurunan kepercayaan diri. Pada kasus serius dapat memunculkan pikiran untuk bunuh diri atau perilaku menyakiti diri sendiri.
Dampak bullying pada kesehatan mental meliputi: (a) gangguan emosional, yang ditandai dengan perasaan sedih, cemas, marah, frustasi, dan kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya disukai, (b) depresi, sangat berisiko pada korban yang mengalami depresi,. Hal ini ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan, hilangnya minat, dan gangguan tidur, (c) kecemasan, sehingga menimbulkan rasa takut berlebihan, mudah panik, dan kekhawatiran yang tidak rasional, (d) gangguan tidur, akibat stres dan kecemasan, (e) penurunan kepercayaan diri, sehingga membuat mereka merasa tidak berharga, dan dapat merusak harga diri dan kepercayaan diri korban, (f) masalah perilaku, menjadi lebih agresif atau menarik diri dari lingkungan sosial, (g) trauma jangka panjang dan pikiran bunuh diri.
Dengan penyuluhan yang disampaikan oleh pihak Kepolisian kepada para murid SMPN 2 Loceret ini diharapkan para murid dapat memahami masalah bullying dan dampaknya, serta tidak melakukan tindakan yang berakibat fatal pada murid lainnya.
Kegiatan PBB dan penyuluhan Bullying & Anti Kekerasan Anak dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 10.00 setelah kegiatan pembiasaan penghormatan bendera Merah Putih dan Senam Pagi. Sehari sebelum kegiatan ini, diadakan koordinasi kepada seluruh murid oleh guru pembimbing untuk menyiapkan diri termasuk perihal ketepatan jadwal, kedisiplinan, keaktifan, dan seragam saat mengikuti kegiatan. Informasi kegiatan koordinasi ini disampaikan oleh Sukadi, S.Pd., selaku Guru Pembimbing Pendamping kegiatan Kelas VIII dan IX.

Koordinasi Pra Kegiatan PBB dan Penyuluhan untuk Kelas VIII dan IX disampaikan oleh Sukadi, S.Pd., Guru Pendamping Kegiatan.
“Anak-anak, jangan lupa semuanya besok mengikuti kegiatan PBB dan Penyuluhan sesuai jadwal, dan usahakan semuanya sudah sarapan dari rumah, serta membawa bekal air minum,” pesan Sukadi, S.Pd., di akhir sesi koordinasi untuk para murid kelas VIII dan IX yang dilakukan di lapangan basket.
Adapun kegiatan setelah istirahat yang dilaksanakan mulai pukul 10.30 hingga pukul 12.00 dengan penguatan pentingnya PBB serta kegiatan penyuluhan Tindakan Preventif Pernikahan Dini, yang disampaikan oleh Candra Rini, dari Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk dengan disambut antusias seluruh murid kelas IX.

Koordinasi sebelum kegiatan penyuluhan Kesehatan Remaja dan Tindakan Preventif Pernikahan Dini dari Dinas PPKB, bersama Kepala SMPN 2 Loceret, Peni Prasetyaning Asih, S.Pd. , dan Guru Pembina SSK (Sekolah Siaga Kependudukan), Nurrohmah Puji Mastuti, S.Pd. di ruang Kepala Sekolah.

Penyampaian materi penyuluhan Tindakan Preventif Pernikahan Dini oleh Candra Rini, dari Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk pada murid kelas IX didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah, Sugiyono, S.Pd.
Penguatan pentingnya PBB serta kegiatan penyuluhan Tindakan Preventif Pernikahan Dini yang disampaikan pada hari kedua di awal tahun pelajaran baru ini terlaksana dengan tertib dan lancar berkat dukungan semua pihak.
by: nurrohmahpm